KARAKTER.co.id, BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang memastikan pelaksanaan Operasi Timbang balita tahun 2026 telah rampung dengan capaian sasaran 100 persen. Data hasil kegiatan tersebut kini tengah divalidasi untuk memperbarui angka stunting dan masalah gizi lainnya di Kota Bontang.
Kepala Dinas Kesehatan Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, mengatakan sekitar 9.800 balita atau seluruh sasaran yang tercatat dalam Data Perencanaan dan Registrasi Sasaran (DPRS) berhasil mengikuti penimbangan.
“Operasi timbang sudah selesai dan target sasaran tercapai 100 persen,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Menurut Toetoek, capaian tersebut menjadi hasil yang menggembirakan karena pada tahun-tahun sebelumnya masih terdapat balita yang tidak hadir saat pelaksanaan, sehingga data yang diperoleh belum sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di lapangan.
Keberhasilan itu, lanjutnya, tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari kader kesehatan, ketua RT, lurah, camat, kepala puskesmas hingga organisasi perangkat daerah (OPD) yang ikut menggerakkan masyarakat untuk membawa anak mereka ke lokasi penimbangan.
Berbagai strategi juga dilakukan untuk mengejar target, termasuk membuka layanan hingga malam hari dan mendatangi rumah warga yang belum sempat membawa anaknya ke pos pelayanan.
“Petugas melakukan jemput bola dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga untuk penimbangan dan pengukuran balita,” katanya.
Berkat upaya tersebut, sejumlah wilayah telah mencapai target pada hari keempat pelaksanaan. Sementara secara keseluruhan, seluruh sasaran berhasil dituntaskan pada hari kelima.
Meski kegiatan lapangan telah selesai, Dinkes masih melakukan pengumpulan serta validasi data hingga akhir Juni 2026. Hasil final nantinya akan menjadi dasar pemetaan jumlah balita yang mengalami stunting, wasting, maupun underweight.
“Data akan ditarik paling akhir tanggal 30 Juni. Setelah itu baru bisa kami sampaikan hasilnya,” jelas Toetoek.
Ia menegaskan setiap temuan akan ditindaklanjuti sesuai kondisi masing-masing anak. Penanganan tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mempertimbangkan faktor lain seperti infeksi, lingkungan, dan sanitasi.
“Stunting tidak hanya disebabkan oleh asupan gizi. Ada faktor lain yang juga harus diperbaiki, dan bila diperlukan anak dapat dirujuk ke dokter spesialis,” terangnya.
Hasil Operasi Timbang 2026 tersebut selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan langkah intervensi yang lebih tepat sasaran dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kota Bontang.(Adv)












