KARAKTER.co.id, BONTANG – Kecamatan Bontang Barat tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penduduk paling sedikit di Kota Bontang berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB) Semester II Tahun 2025 yang dirilis Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bontang.
Berdasarkan data tersebut, jumlah penduduk di Kecamatan Bontang Barat mencapai 32.326 jiwa yang tersebar dalam 10.764 kepala keluarga (KK). Meski menjadi kecamatan dengan jumlah penduduk paling rendah dibandingkan wilayah lain di Kota Bontang, pemerintah memastikan pelayanan administrasi kependudukan tetap diberikan secara maksimal kepada seluruh masyarakat.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Disdukcapil Bontang, Muhammad Thamrin, mengatakan data kependudukan menjadi salah satu acuan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
“Walaupun jumlah penduduk lebih sedikit dibanding kecamatan lain, pelayanan administrasi tetap menjadi prioritas,” kata Thamrin, Selasa (23/6/2026).
Dari tiga kelurahan yang berada di Kecamatan Bontang Barat, Kelurahan Gunung Telihan menjadi wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak. Tercatat sebanyak 14.858 jiwa menetap di kawasan tersebut.
Sementara itu, Kelurahan Belimbing berada di posisi kedua dengan jumlah penduduk mencapai 12.075 jiwa. Adapun Kelurahan Kanaan menjadi wilayah dengan jumlah penduduk paling sedikit di Kecamatan Bontang Barat, yakni sebanyak 5.393 jiwa.
Menurut Thamrin, sebaran penduduk di Kecamatan Bontang Barat relatif lebih merata jika dibandingkan dengan kecamatan lain di Kota Bontang yang memiliki kawasan permukiman dengan tingkat kepadatan tinggi.
Ia menjelaskan, data kependudukan tidak hanya digunakan untuk keperluan administrasi, tetapi juga menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur hingga pelayanan sosial.
Karena itu, Disdukcapil Bontang terus melakukan pemutakhiran dan sinkronisasi data secara berkala guna memastikan seluruh penduduk tercatat dengan baik dalam sistem administrasi kependudukan nasional.
“Kami terus melakukan pembaruan data agar seluruh penduduk terdata secara optimal dan dapat memperoleh hak-haknya dalam pelayanan publik,” jelasnya.
Melalui data yang akurat dan mutakhir, pemerintah diharapkan dapat menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah, termasuk di Kecamatan Bontang Barat yang memiliki karakteristik kependudukan berbeda dibanding kecamatan lainnya di Kota Bontang.(Adv)












