KARAKTER.co.id, BONTANG – Kelurahan Lok Tuan tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak di Kota Bontang berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB) Semester II Tahun 2025 yang dirilis Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bontang.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Disdukcapil Bontang, Muhammad Thamrin, menyebutkan jumlah penduduk di Kelurahan Lok Tuan mencapai 24.783 jiwa. Angka tersebut terdiri dari ribuan kepala keluarga yang menetap di kawasan yang dikenal sebagai salah satu pusat permukiman dan aktivitas industri di Kota Bontang.
Selain memiliki jumlah penduduk terbesar, Lok Tuan juga mencatat sebanyak 8.435 kepala keluarga (KK), menjadikannya salah satu wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi.
“Lok Tuan menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi karena perkembangan kawasan industri dan permukiman yang terus bertambah,” kata Thamrin, Rabu (23/6/2026).
Berdasarkan data yang sama, beberapa kelurahan lain juga memiliki jumlah penduduk yang cukup besar. Kelurahan Api-Api tercatat dihuni 18.529 jiwa, disusul Tanjung Laut dengan 16.926 jiwa dan Gunung Elai sebanyak 16.008 jiwa.
Sementara itu, Kelurahan Kanaan menjadi wilayah dengan jumlah penduduk paling sedikit di Kota Bontang. Total penduduk yang tercatat di kelurahan tersebut sebanyak 5.393 jiwa.
Thamrin menjelaskan, perbedaan jumlah penduduk antarwilayah dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari perkembangan ekonomi, ketersediaan kawasan hunian, hingga mobilitas masyarakat yang terus berlangsung dari waktu ke waktu.
Menurutnya, data kependudukan yang akurat memiliki peran penting dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah. Informasi tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kebutuhan layanan publik, pembangunan infrastruktur, hingga penyusunan program kesejahteraan masyarakat.
Ia menambahkan, pembaruan data kependudukan secara berkala juga diperlukan agar kebijakan yang diambil pemerintah dapat sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Semakin akurat data penduduk yang dimiliki, semakin tepat pula kebijakan dan program pembangunan yang dapat disusun pemerintah,” pungkasnya. (Adv)












