Inovasi Jamban Pesisir Bontang Utara Raih Pengakuan Nasional, Hampir 300 Unit Sudah Terpasang

Ilustrasi

KARAKTER.co.id, Bontang – Puskesmas Bontang Utara Unit 1 terus menghadirkan inovasi dalam meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan sekaligus menekan angka stunting. Salah satu program unggulannya adalah pembangunan jamban pesisir, yang berhasil mengubah kawasan pesisir dari praktik buang air besar sembarangan menjadi wilayah Open Defecation Free (ODF).

Kepala Puskesmas Bontang Utara Unit 1, I Wayan Santika, mengatakan inovasi tersebut dikembangkan bersama pemerintah kelurahan untuk menjawab persoalan sanitasi di permukiman atas laut yang selama ini masih minim fasilitas jamban.

“Melalui inovasi jamban pesisir, wilayah atas laut yang sebelumnya masih banyak masyarakat buang air besar sembaranan kini sudah memiliki jamban dan statusnya menjadi ODF,” ujarnya, Rabu (3/7/2026).

Sejak 2023, program jambanisasi itu telah menghasilkan hampir 300 unit jamban yang tersebar di berbagai wilayah di Kota Bontang. Menurut Wayan, manfaat program tersebut tidak hanya dirasakan di wilayah kerja Puskesmas Bontang Utara Unit 1, tetapi juga telah diterapkan di daerah lain.

“Dalam tiga tahun terakhir kami sudah memasang hampir 300 unit jamban. Bahkan program ini juga diterapkan di luar wilayah kami,” katanya.

Keberhasilan inovasi tersebut mendapat apresiasi di tingkat nasional. Program jamban pesisir bahkan telah direplikasi di sejumlah daerah, termasuk Muara Wahau, sebagai model penanganan sanitasi berbasis masyarakat.

Tak hanya fokus pada sanitasi, Puskesmas Bontang Utara Unit 1 juga menjalankan program Anting Berlian (Aksi Nyata Atasi Stunting Bersama Kita Lindungi Anak) yang melibatkan dukungan CSR perusahaan untuk mempercepat penurunan kasus stunting.

Pada 2026, pihak puskesmas menargetkan prevalensi stunting di wilayah kerjanya turun menjadi 10 persen, setelah pada 2025 tercatat berada di angka 12,75 persen.

“Tahun 2025 angka stunting kita sekitar 12,75 persen. Harapan kami di 2026 bisa turun menjadi 10 persen,” tutup Wayan. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.read_related { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .bio_avatar { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .beritaxx_related { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .area_footer_menu taxx_clear { display: none !important; } .after_title { display: inline !important; font-size: 14px !important; } .secondary_content { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .footer { display: none !important; } .taxxfooter { display: none !important; } .have_comment { display: none !important; }