PKL Kembali Bermunculan di Trotoar, Kecamatan Bontang Utara Akui Jadi PR Berulang

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kecamatan Bontang Utara, Nanang Sulaiman Purwadyat. (Foto: Niwil)

KARAKTER.co.id, BONTANG – Persoalan pedagang yang berjualan di trotoar dan pinggir jalan masih menjadi pekerjaan rumah di wilayah Kecamatan Bontang Utara. Meski patroli dan imbauan rutin dilakukan, aktivitas tersebut dinilai sulit diberantas sepenuhnya.

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kecamatan Bontang Utara, Nanang Sulaiman Purwadyat, mengatakan sejumlah titik masih menjadi lokasi yang kerap ditemukan pedagang berjualan di area yang tidak semestinya.

“PR-nya sampai sekarang. Kami setiap tahun selalu mengadakan patroli itu. Cuma memang namanya seperti jamur, susah hilang,” kata Nanang saat di temui pada Rabu (9/9/2026).

Beberapa lokasi yang menjadi perhatian antara lain Jalan Ahmad Yani dan Jalan KS Tubun. Sementara di kawasan Loktuan, keberadaan aktivitas perdagangan di sekitar pasar juga menjadi tantangan tersendiri.

Meski demikian, Nanang, menyebut kondisi di Jalan Ahmad Yani kini mulai jauh berkurang. Pedagang yang masih ditemukan umumnya merupakan pedagang bergerak yang tidak menetap sepanjang hari.

“Kami patroli, mereka pergi karena tidak menetap. Biasanya kopi-kopi dorong seperti itu, kami tegur agar tidak berjualan di atas trotoar,” jelasnya.

Kecamatan bersama kelurahan juga telah beberapa kali berkoordinasi dengan Satpol PP untuk melakukan pengawasan. Namun, kewenangan teknis penindakan tetap berada pada perangkat daerah yang memiliki kewenangan tersebut.

Ia menegaskan kecamatan lebih berperan sebagai unsur kewilayahan yang melakukan pengawasan, koordinasi dan memberikan imbauan kepada masyarakat.

“Teknisnya ada di mereka. Kami sebagai pendamping yang mempunyai wilayah. Kami tidak berhak untuk menindak,” ujarnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.read_related { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .bio_avatar { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .beritaxx_related { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .area_footer_menu taxx_clear { display: none !important; } .after_title { display: inline !important; font-size: 14px !important; } .secondary_content { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .footer { display: none !important; } .taxxfooter { display: none !important; } .have_comment { display: none !important; }