KARAKTER.co.id, BONTANG – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bontang terus mendorong pemenuhan dokumen kependudukan bagi anak sejak lahir. Salah satunya melalui inovasi SI TIO (Sistem Three In One).
Kepala Disdukcapil Kota Bontang Budiman melalui Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) dan Pemanfaatan Data , Muhammad Thamrin, menjelaskan program SI TIO dirancang untuk memangkas proses pengurusan dokumen kependudukan bagi bayi yang baru lahir.
“Intinya bagaimana kami memberikan kemudahan pemenuhan dokumen kependudukan berupa akta kelahiran sejak lahir,” ujar Thamrin, Kamis (10/9/2026).
Melalui program SI TIO, orang tua tidak perlu datang langsung dan bolak-balik ke kantor Disdukcapil. Proses pengurusan dilakukan melalui fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama dengan Disdukcapil, seperti rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, maupun klinik bersalin.
Dalam mekanismenya, fasilitas kesehatan menunjuk admin sebagai mitra Disdukcapil.
Admin tersebut membantu orang tua menyiapkan kelengkapan dokumen sekaligus mengajukan permohonan secara daring melalui layanan Pondok Pasilan, yakni pelayanan online dokumen pencatatan sipil dan kependudukan.
Setelah persyaratan dinyatakan lengkap, proses penerbitan dilakukan oleh Disdukcapil. Dokumen yang telah selesai kemudian dapat diterima keluarga melalui fasilitas kesehatan sebelum orang tua dan bayi meninggalkan rumah sakit.
Thamrin menegaskan, keunggulan program SI TIO terletak pada konsep satu kali pengajuan untuk mendapatkan tiga dokumen sekaligus.
“Namanya SI TIO, Sistem Three In One. Mengurus satu dapat tiga. Mengurus akta kelahiran, dapat KK, tambahan KK dan KIA,” jelasnya.
Artinya, ketika orang tua mengurus akta kelahiran bayi, secara bersamaan nama anak dimasukkan ke dalam Kartu Keluarga (KK) orang tua dan diterbitkan pula Kartu Identitas Anak (KIA).
Menurutnya, layanan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memenuhi hak sipil anak sekaligus mendorong tertib administrasi kependudukan.
Dokumen kependudukan sejak lahir dinilai penting untuk memudahkan anak mengakses berbagai layanan publik di kemudian hari, termasuk kebutuhan pendidikan, jaminan kesehatan, maupun layanan administrasi lainnya.
“Sudah dalam rangka untuk tertib administrasi kependudukan, memberikan dokumen kependudukan dan hak-hak sipil bagi anak tersebut,” katanya.
Thamrin menyebut, setiap pengurusan akta kelahiran sejak anak lahir yang diproses melalui mekanisme tersebut pada dasarnya masuk dalam program SI TIO.
Ia menambahkan, dari sisi Disdukcapil, proses layanan relatif tidak menghadapi kendala berarti. Justru, salah satu hambatan yang terkadang muncul berasal dari orang tua yang belum menentukan nama bayi ketika proses administrasi hendak dilakukan.
“Kadang-kadang agak terlambat prosesnya karena orang tua yang melahirkan anak ini belum mempersiapkan nama anaknya,” ungkapnya.
Meski demikian, Thamrin memastikan persyaratan pengurusan tidak dibuat sulit. Dengan dukungan admin rumah sakit sebagai mitra, keluarga dibantu sejak tahap persiapan berkas hingga pengajuan melalui layanan online.
“Bagaimana Disdukcapil Kota Bontang terus melakukan inovasi yang tujuannya tidak lain untuk memudahkan masyarakat, mempercepat prosesnya,” pungkasnya.
Kerja sama dengan fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dalam program SI TIO. Sebab, rumah sakit maupun klinik bersalin menjadi pihak yang mengetahui secara langsung adanya kelahiran sehingga proses pemenuhan dokumen kependudukan dapat dimulai sedini mungkin. (Adv)












