KARAKTER.CO.ID, SAMARINDA — Persiapan arus mudik Lebaran mulai terlihat di Terminal Tipe A Samarinda Seberang. Posko mudik gabungan telah dibuka sejak 13 Maret 2026 dan akan beroperasi hingga 30 Maret mendatang guna memastikan kelancaran serta keamanan perjalanan penumpang.
Posko tersebut melibatkan unsur keamanan dan petugas terminal untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode mudik. Terminal ini melayani rute antarkota antarprovinsi (AKAP) dari Samarinda menuju Terminal Gambut Barakat, Kalimantan Selatan, pulang – pergi (PP).
Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Samarinda Seberang, Yunita Sari, mengatakan pihaknya telah menyiapkan puluhan armada bus untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.
“Sekitar 67 unit bus disiapkan untuk mendukung arus mudik dan balik. Pada hari normal biasanya hanya lima sampai enam unit bus yang beroperasi setiap hari,” ucap Yunita, Senin, (16/3/2026).
Ia menyebutkan puncak arus mudik diperkirakan terjadi sehari sebelum Hari Raya Idulfitri. Sementara pada hari H Lebaran, tidak ada jadwal keberangkatan bus dari terminal tersebut, namun petugas tetap bersiaga untuk melayani kedatangan penumpang.
“Puncak arus mudik diprediksi terjadi sehari sebelum Lebaran, sekitar 20 Maret. Saat hari H biasanya tidak ada keberangkatan, hanya kedatangan penumpang,” ujarnya.
Saat ini terdapat tiga perusahaan otobus yang melayani rute AKAP dari Terminal Samarinda Seberang. Jumlah armada yang diberangkatkan setiap hari menyesuaikan permintaan penumpang, karena jadwal operasional diterbitkan dari Balikpapan.
“Armada pada prinsipnya siap. Kalau ada permintaan perjalanan, baru ketersediaan bus diatur sesuai kebutuhan,” jelas Yunita.
Untuk tarif perjalanan, harga tiket menuju Kalimantan Selatan saat ini berkisar Rp 300.000. Sementara untuk rute melalui Batu Licin dikenakan tarif sekitar Rp 330.000 per penumpang.
Sejak awal masa operasional posko mudik, jumlah keberangkatan penumpang mulai meningkat dibandingkan hari biasa.
Selain memastikan ketersediaan armada, petugas terminal juga rutin melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check setiap hari. Pemeriksaan tersebut meliputi kondisi fisik kendaraan, kelengkapan dokumen seperti izin operasional, kartu pengawasan, hingga bukti uji berkala kendaraan atau KIR.
“Setiap hari dilakukan pengujian atau ramp check. Jadi bus yang beroperasi dipastikan sudah memenuhi persyaratan kelayakan,” pungkasnya.(**)












