KARAKTER.co.id, BONTANG – Kelurahan Api-Api menjadi wilayah dengan angka stunting paling tinggi sekaligus paling fluktuatif di wilayah kerja Puskesmas Bontang Utara I. Tingginya mobilitas penduduk disebut menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan munculnya kasus stunting baru.
Kepala Puskesmas Bontang Utara I, I Wayan Santika, mengatakan karakteristik masyarakat di Kelurahan Api-Api berbeda dibandingkan wilayah lain karena banyak dihuni warga pendatang, pekerja proyek, dan penghuni rumah kontrakan yang kerap berpindah tempat tinggal.
“Yang paling fluktuasinya cepat ini Api-Api. Karena banyak masyarakat pendatang dan kontraktor yang keluar masuk. Banyak juga warga ngontrak lalu pindah lagi, sehingga muncul data-data stunting baru yang harus terus divalidasi,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Menurut Wayan, kondisi tersebut berbeda dengan Kelurahan Bontang Kuala maupun Bontang Baru yang cenderung memiliki data stunting lebih stabil. Di Api-Api, perubahan jumlah kasus dapat terjadi dalam waktu relatif singkat seiring tingginya pergerakan penduduk.
Untuk memastikan akurasi data, Puskesmas Bontang Utara I rutin melakukan validasi setiap pekan melalui tim gizi dan petugas kesehatan.
“Program validasi akan terus dilakukan setiap Sabtu oleh tim gizi dan petugas kesehatan,” katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan validasi menjadi bagian dari upaya evaluasi berkelanjutan terhadap berbagai persoalan kesehatan masyarakat, termasuk perkembangan kasus stunting pada balita.
“Dari Senin sampai Jumat kami fokus pelayanan, lalu setiap Sabtu dilakukan validasi data dan evaluasi masalah di lapangan,” pungkasnya. (Adv)












