Ketua DPRD Bontang Minta Pengawasan Dapur MBG Diperketat

Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam.

KARAKTER.co.id, BONTANG – Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, meminta pengawasan terhadap seluruh dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) diperkuat menyusul kejadian yang menimpa sejumlah penerima program tersebut.

Menurutnya, setiap dapur MBG harus menjalankan seluruh tahapan operasional sesuai standar yang telah ditetapkan. Mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan hingga makanan diterima oleh siswa.

“Setiap dapur sudah memiliki mekanisme pengawasan masing-masing. Yang harus dipastikan adalah seluruh prosesnya berjalan sesuai standar, dari bahan yang digunakan sampai makanan didistribusikan kepada penerima,” ujarnya, Kamis (13/8/2026).

Ia menilai pengawasan pemerintah menjadi bagian penting untuk memastikan program MBG tetap aman dan memberikan manfaat bagi siswa. Terlebih, program tersebut menyangkut kebutuhan anak-anak di sekolah.

Andi Faizal berharap evaluasi yang dilakukan pemerintah setelah kejadian tersebut dapat menghasilkan pengawasan yang lebih baik terhadap dapur-dapur MBG lainnya di Bontang.

“Dengan adanya evaluasi dan pengawasan yang lebih kuat, kita berharap kejadian seperti ini tidak kembali terjadi. Programnya harus tetap berjalan dengan mengutamakan keamanan dan keselamatan anak-anak,” katanya.

Ia memahami kejadian tersebut dapat menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua, termasuk mereka yang anaknya berada di sekolah yang tidak terdampak.

Namun, Andi Faiz meminta masyarakat tidak langsung kehilangan kepercayaan terhadap program MBG. Pemerintah, menurutnya, harus memastikan seluruh proses penyediaan makanan benar-benar memenuhi standar keamanan.

“Keselamatan masyarakat tentu menjadi kepentingan utama. Karena itu, pemerintah bersama seluruh pihak yang terlibat harus memberikan jaminan bahwa makanan yang disediakan benar-benar aman untuk dikonsumsi anak-anak,” tegasnya.

Ia menambahkan, kepercayaan orang tua terhadap MBG harus dijawab dengan pengawasan yang nyata. Setiap kelemahan dalam tata kelola dapur perlu segera dievaluasi agar tidak menimbulkan kejadian serupa.

Dengan pengawasan yang lebih ketat, DPRD berharap program MBG dapat terus memberikan manfaat bagi siswa tanpa mengesampingkan aspek keamanan dan kesehatan penerima. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.read_related { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .bio_avatar { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .beritaxx_related { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .area_footer_menu taxx_clear { display: none !important; } .after_title { display: inline !important; font-size: 14px !important; } .secondary_content { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .footer { display: none !important; } .taxxfooter { display: none !important; } .have_comment { display: none !important; }