DPRD Bontang Dorong Pengawasan Ketat untuk Cegah Keracunan Makanan

Sekretaris Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal. (Karakter)

KARAKTER.co.id, BONTANG – Sekretaris Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal, menyayangkan adanya kasus keracunan yang berkaitan dengan makanan. Ia mendorong seluruh pihak terkait meningkatkan pengawasan dan memastikan keamanan serta kualitas makanan tetap terjaga.

Saeful menilai satuan penyelenggara makanan perlu meningkatkan performa dalam memberikan pelayanan. Menurutnya, penyelenggara juga tidak boleh menutup diri terhadap masukan dan saran dari berbagai pihak.

“Jangan menutup diri untuk diberi masukan-masukan, diberi saran-saran dari pihak lain. Berikan yang terbaik,” ujarnya, Sabtu (15/8/2026).

Di sisi lain, ia meminta pemerintah tidak mengendurkan pengawasan terhadap pelaksanaan penyediaan makanan. Pengawasan dinilai penting untuk memastikan standar kebersihan, higienitas, keamanan, serta pemenuhan gizi tetap berjalan dengan baik.

Saeful mengatakan upaya pencegahan harus menjadi perhatian utama. Sebab, apabila terjadi keracunan, dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga dapat mengganggu proses pendidikan anak-anak.

“Dinas pendidikan dari sisi pendidikannya akan terganggu kalau ada anak-anak yang keracunan. Kemudian Dinas Kesehatan supaya mengawasi. Kita berterima kasih atas pengawasan itu, tapi kita ingin yang dilakukan preventif, jangan sampai itu terjadi,” jelasnya.

Ia menambahkan, Komisi A DPRD Bontang memiliki ruang pengawasan di bidang pendidikan dan kesehatan. Namun, untuk teknis penyediaan makanan, kewenangannya berada pada pihak penyelenggara dan instansi terkait.

Karena itu, Politisi PKS ini menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Menurutnya, tindakan lanjutan memang diperlukan apabila kasus keracunan terjadi, tetapi langkah paling utama adalah memperkuat pencegahan sejak awal.

“Kita ingin jangan sampai terjadi. Kalau betul terjadi maka dilakukan tindakan-tindakan follow up-nya, tapi kita ingin jangan jangan sampai terjadi,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.read_related { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .bio_avatar { display: none !important; } .bio_author { display: none !important; } .beritaxx_related { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .area_footer_menu taxx_clear { display: none !important; } .after_title { display: inline !important; font-size: 14px !important; } .secondary_content { display: none !important; } .beritaxx_commentform { display: none !important; } .copyright { display: none !important; } .footer { display: none !important; } .taxxfooter { display: none !important; } .have_comment { display: none !important; }