KARAKTER.CO.ID – Besaran nilai dividen yang diberikan Bankaltimtara menjadi sorotan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang.
Ketua Komisi II DPRD Kota Bontang, Rustam mengatakan hal tersebut menjadi evaluasi bersama, mengapa bisa terjadi? Melihat data sebelumnya angka dividen yang dihasilkan bisa mencapai 8 sampai 9 miliar.
“Sekarang hanya mencapai 2,7 miliar per tahun, dengan nilai investasi yang di berikan Rp 63,3 miliar,” ujarnya saat rapat kerja Komisi II DPRD Bontang, Senin (18/10/2021).
Sementara itu, penyertaan modal yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang jumlahnya hampir sama bahkan lebih rendah dengan yang sekarang.
Selain itu, dilihat dari likuiditas Bankaltimtara saat ini juga dalam kondisi yang sangat baik. Hal tersebut ditilik dari presentase kredit bermasalah yang dimiliki bank tersebut masih di angka aman.
Rustam meminta Pemkot Bontang memastikan betul asas manfaat yang didapatkan sebelum kembali menanamkan modal di Bankaltimtara. Agar uang yang bersumber dari APBD tersebut dapatlah memberi keuntungan bagi daerah dan masyarakat.
Pihaknya berharap, penambahan penyertaan modal sebesar Rp75 miliar kepada Bankaltimtara dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Bisnis plannya yang harus matang, agar nilai pengembalian yang didapatkan dari jumlah investasi yang diberikan mempunyai asas manfaat yang lebih besar,” pungkasnya. (*)
Reporter : Aswar MBS












