Karakter.co – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Raking mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang membangun tempat Mandi Cuci Kakus (MCK) yang layak untuk digunakan masyarakat.
Pasalnya ribuan warga Kota Taman masih BAB Sembarangan (BABS). Sementara hal tersebut merupakan perilaku tidak baik ini berdampak buruk terhadap kesehatan serta mencemari lingkungan, baik melalui udara atau air.
Dilansir dari data sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) pilar 1 tahun 2022 menyebutkan terdapat 2.123 rumah atau 2.345 Kartu Keluarga (KK) masih BABS. Utamanya di wilayah permukiman pesisir.
Raking menegaskan sudah sepatutnya persoalan itu menjadi perhatian pemerintah. Terlebih Bontang acap kali mendapatkan reward di bidang kebersihan, akan tetapi masih terdapat wilayah yang BABS.
Oleh sebab itu, di setiap kesempatan pelaksanaan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) hal yang menjadi keluhan pertama warga Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan yakni MCK.
“Pemerintah dengan DPRD itu sudah bersepakat sesegera mungkin bangun MCK”, tuturnya saat ditemui di Gedung Sekretariat DPRD Kota Bontang, beberapa waktu lalu.
Kendati demikian, Raking berpesan agar proyek pembuatan MCK tersebut dengan di swakelola kan ke masyarakat sekitar agar pembangunannya lebih cepat. Sehingga idak perlu menggunakan sistem lelang atau pemborong.
Ia berharap rencana pembangunan jamban yang layak bagi warga sekitar daerah pesisir ini bisa terealisasikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2023 mendatang.
“Perencanaan ini harusnya kalo bisa di awali di perubahan ini, mudah-mudahan pemerintah bisa mengusulkan. Tapi kalau tidak tahun 2024 yang pasti kita sudah dorong itu pembangunannya”, tuturnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup, bersih, dan sehat (PHBS). Pasalnya BAB sembarangan rentan mengakibatkan penyakit diare, sementara balita mudah terserang pneumonia.
Penulis: Ira












