KARAKTER.co.id, BONTANG – Komisi C DPRD Kota Bontang kembali menyoroti lambatnya realisasi berbagai usulan masyarakat yang disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Berdasarkan catatan mereka, banyak aspirasi warga yang telah diajukan sejak empat tahun lalu, namun hingga kini belum juga direalisasikan. Kondisi ini memicu kekecewaan yang meluas di tengah masyarakat.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib, mengungkapkan persoalan tersebut kembali mengemuka dalam rapat kerja bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperinda) pada Senin, (7/7/2025). Dalam rapat itu, pihaknya mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah menindaklanjuti hasil Musrenbang.
“Poinya tadi soal rencana pembagunan, dan kita tanyakan soal hasil Musrembang 5 tahun lalu belum realisasi,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Musrenbang seharusnya tidak sekadar menjadi ajang formalitas untuk mengumpulkan aspirasi. Forum ini mestinya menjadi pintu masuk utama dalam menyusun program pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
Sahib menyebut, warga telah mengikuti proses musyawarah di tingkat kelurahan, kemudian mengajukan usulan yang secara prosedural sudah diteruskan ke tingkat kecamatan hingga kota. Sayangnya, sebagian besar usulan tersebut hanya berhenti di dokumen perencanaan, tanpa wujud nyata di lapangan.
Menurutnya, kondisi ini berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Ia mengingatkan, aspirasi warga yang diabaikan akan berdampak pada menurunnya partisipasi publik dalam perencanaan pembangunan ke depan.
“Pemerintah terkesan tidak serius mengakomodasi aspirasi mereka,” pungkasnya. (Adv)












