BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang tengah mempertimbangkan penerapan sistem parkir berbayar di lingkungan rumah sakit. Kebijakan tersebut dirancang untuk meningkatkan aspek keamanan dan ketertiban area parkir sekaligus menunjang pelayanan kepada pengunjung.
Kepala Bagian Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) RSUD Taman Husada, Andiga Mufti Kuswardani, mengungkapkan bahwa pengelolaan parkir berbayar masih dalam tahap kajian mendalam, termasuk penyusunan payung hukum dan mekanisme teknisnya.
“Rencana penerapan tarif parkir berbayar belum dapat dipastikan kapan dimulai. Saat ini kami masih mempersiapkan berbagai hal, termasuk regulasi yang harus dipenuhi,” jelasnya, saat dikonfirmasi belum lama ini.
Andiga tidak menampik bahwa wacana tersebut sempat menimbulkan perbedaan pendapat di kalangan masyarakat. Sebagian warga menilai jarak RSUD yang cukup jauh dari pemukiman menjadi tantangan tersendiri, sehingga keberadaan tarif parkir menambah keluhan.
Terkait hal itu, ia menegaskan bahwa pengambilan keputusan akan dilakukan secara hati-hati dan melibatkan berbagai pihak. RSUD berencana meminta masukan dari pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) hingga legislatif untuk memastikan kebijakan berjalan tepat sasaran.
Selain itu, koordinasi juga akan dilakukan dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk memastikan kesesuaian sistem retribusi parkir yang nantinya diterapkan.
“Semua akan ditata secara bertahap. Kami juga akan memberikan penjelasan langsung kepada masyarakat. Tujuan utama kami adalah menciptakan pelayanan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengunjung,” tutupnya.
Dengan tahapan kajian yang komprehensif, RSUD Taman Husada memastikan bahwa setiap kebijakan, termasuk soal parkir berbayar, akan diambil berdasarkan pertimbangan pelayanan publik dan kebutuhan keamanan area rumah sakit. (Adv)












