KARAKTER.CO.ID, PPU – Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah menjadi momentum evaluasi menyeluruh di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Mudyat Noor memastikan akan melakukan pelantikan pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau Eselon II dalam waktu dekat.
Langkah tersebut diambil setelah proses administrasi ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) rampung. Menurut Mudyat, surat usulan telah disampaikan beberapa waktu lalu dan kini tinggal menunggu rekomendasi resmi sebagai dasar pelaksanaan pelantikan.
“Begitu rekomendasi keluar, langsung kita tindak lanjuti. Pelantikan dilakukan bertahap,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Ia menegaskan, rotasi dan pengisian jabatan kali ini bukan sekadar pergeseran posisi, melainkan bagian dari penataan organisasi secara komprehensif. Salah satu fokusnya adalah menempatkan kembali tenaga teknis sesuai dengan kompetensi dan bidang tugasnya.
Selama ini, kata dia, masih terdapat aparatur dengan latar belakang teknis yang tersebar di sejumlah perangkat daerah yang tidak linier dengan keahliannya. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada kurang optimalnya kinerja organisasi.
“Kita ingin semua kembali pada fungsi dan kompetensinya. Kalau penempatannya tepat, hasil kerjanya tentu lebih maksimal,” jelasnya.
Di sisi lain, Mudyat memberikan penegasan keras terkait integritas dalam proses mutasi dan promosi jabatan. Ia memastikan tidak ada toleransi terhadap praktik jual-beli jabatan.
“Kalau ada yang terbukti melakukan itu, pelantikan bisa langsung dibatalkan. Tidak ada kompromi,” tegasnya.
Menurutnya, bulan Ramadan seharusnya menjadi pengingat bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk menjaga etika dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Jabatan, lanjut dia, bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Pemkab PPU juga menyiapkan mekanisme evaluasi berkala bagi pejabat yang dilantik. Dengan sistem tersebut, kinerja akan terus dipantau dan dievaluasi sesuai target yang telah ditetapkan.
“Yang kita bangun adalah budaya kerja yang profesional dan berorientasi pelayanan. Ramadan ini menjadi awal pembenahan,” pungkasnya. (**)












