KARAKTER.co.id, Bontang – Maraknya penipuan berkedok aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) menjadi perhatian serius Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
Kepala Disdukcapil melalui Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK), Muhammad Thamrin, Mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap oknum yang mengatasnamakan petugas Dukcapil melalui WhatsApp maupun telepon.
Menurutnya, modus yang sering kali digunakan pelaku adalah menawarkan bantuan aktivasi IKD kepada warga yang tidak sempat datang langsung ke kantor Dukcapil.
Selain itu, Pelaku biasanya meminta foto KTP, kartu keluarga, hingga data pribadi lainnya dengan alasan membantu proses aktivasi.
“Dukcapil tidak pernah meminta masyarakat mengirim data pribadi secara online,” ujarnya pada (7/5/2026).
Kata dia, setelah pelaku mendapatkan data korban, pelaku biasanya mengirim tautan atau barcode palsu yang harus diklik korban.
“korban bisanya dibobol dengan nominal kerugian mencapai jutaan rupiah”, ujarnya
Sementara itu, kasus serupa disebut telah terjadi di berbagai daerah, termasuk di Kota Bontang.
Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat menjadi takut menggunakan IKD karena khawatir data pribadinya disalahgunakan.
Ia juga menegaskan, bahwa sistem IKD sendiri aman karena terus diperbarui dan diawasi pemerintah pusat.
“yang rawan justru berada pada proses aktivasi ketika masyarakat mudah percaya kepada pihak tak dikenal”, ujarnya
Melihat fenomena tersebut Disdukcapil mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur bantuan maupun hadiah serta tidak sembarangan membagikan data pribadi kepada orang lain.












