KARAKTER.co.id, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang terus memperkuat berbagai program pencegahan dan penanganan stunting. Meski capaian penurunan stunting telah memenuhi target nasional, Pemkot Bontang menargetkan hasil yang lebih besar, yakni mewujudkan kota bebas stunting.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, mengatakan upaya tersebut menjadi komitmen bersama pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak dan generasi mendatang.
Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting selama ini tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, kader posyandu, masyarakat hingga dukungan dunia usaha.
“Sebetulnya target penurunan stunting sudah terpenuhi. Namun pemerintah kota, termasuk Ibu Wali Kota dan Bapak Wakil Wali Kota, ingin supaya Bontang bebas stunting,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Toetoek menjelaskan, penanganan stunting harus dilakukan secara berkelanjutan karena tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi anak, tetapi juga pola asuh, sanitasi lingkungan, serta kesadaran masyarakat dalam memantau tumbuh kembang anak sejak dini.
Dinkes Bontang pun terus memperkuat edukasi kepada keluarga, khususnya ibu hamil dan orang tua balita, agar memahami pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Selain itu, berbagai kegiatan pemantauan pertumbuhan anak juga terus dilakukan untuk memastikan intervensi yang diberikan tepat sasaran.
Ia menambahkan, perhatian khusus juga diberikan kepada wilayah pesisir agar layanan kesehatan dan program pencegahan stunting dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.
“Yang terpenting adalah memastikan seluruh anak di Bontang mendapatkan kesempatan tumbuh sehat dan optimal. Itu yang terus kami upayakan,” pungkasnya. (Adv)












