KARAKTER.CO.ID, Samarinda – Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tengah menggencarkan program pemberian vaksin Hexavalent sebagai bagian dari imunisasi dasar lengkap (IDL) bagi anak.
Di Kalimantan Timur (Kaltim), program ini juga mulai dijalankan sebagai bagian dari upaya menekan angka kematian bayi dan balita akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, menyatakan bahwa distribusi vaksin Hexavalent ke wilayah Kaltim sudah dilakukan, seiring dengan upaya pemerintah daerah meningkatkan cakupan imunisasi anak secara menyeluruh.
“Vaksin Hexavalent ini termasuk dalam imunisasi dasar lengkap. Ini penting untuk melindungi anak-anak kita dari penyakit-penyakit menular berbahaya,” kata Jaya Mualimin, Kamis (10/7/2025).
Hexavalent merupakan vaksin kombinasi yang melindungi dari enam penyakit sekaligus, antara lain difteri, tetanus, pertusis, hepatitis B, Haemophilus influenzae tipe B (Hib), dan poliomielitis. Menurut Jaya, vaksin ini merupakan salah satu inovasi penting dalam upaya memperluas perlindungan kesehatan anak sejak dini.
“Kadang masyarakat bertanya, kenapa anak-anak kita disuntik terus? Padahal kenyataannya, anak-anak setiap hari bisa saja terpapar ribuan kuman. Justru lewat vaksin, kita kenalkan virus yang dilemahkan agar tubuh membentuk kekebalan,” jelasnya.
Ia menegaskan, imunisasi bukan hanya sekadar memberikan satu-dua jenis vaksin. Pemerintah menargetkan anak-anak mendapatkan 14 jenis vaksin dalam imunisasi dasar lengkap yang sudah ditetapkan oleh Kemenkes.
“Bukan hanya pentavalent, tapi 14 jenis vaksin itu harus diberikan sebagai bagian dari imunisasi dasar. Kita bicara soal mencegah penyakit menular yang bisa menyebabkan gangguan serius atau bahkan kematian,” ujarnya.
Menurut Jaya, angka kematian anak di Kaltim memang menunjukkan tren penurunan, namun belum signifikan. Masih banyak balita dan bayi yang meninggal akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi. Hal ini menjadi perhatian serius Dinkes Kaltim.
“Penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi atau PD3I jika sudah menyerang, sulit diobati. Tapi kalau kita sudah vaksinasi, maka anak akan kebal. Itu esensinya,” kata dia.
Pemerintah daerah kini terus mendorong edukasi kepada masyarakat, terutama di wilayah terpencil dan pedalaman, agar para orang tua tidak ragu membawa anak-anaknya untuk menerima vaksin.
“Kami minta tenaga kesehatan di lapangan juga aktif menjelaskan manfaat vaksinasi, karena masih ada yang salah paham,” pungkasnya.
Sebagai informasi, program vaksinasi Hexavalent ini dijadwalkan akan berjalan serentak di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim selama semester kedua 2025. (Bey)












