KARAKTER.co.id, BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan persoalan pernikahan usia anak dan kehamilan remaja merupakan masalah moral yang menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan Neni saat ditemui awak media di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. Menurutnya, fenomena tersebut harus menjadi perhatian serius meski secara statistik jumlah kasus di Bontang relatif kecil dibandingkan daerah lain.
“Ini merupakan masalah moral, tanggung jawab kita semua. Bukan soal besar atau kecilnya angka kasus, tetapi bagaimana kita bersama-sama menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya pada Selasa (19/8/2026).
Neni menegaskan upaya menekan angka pernikahan usia dini, kehamilan di luar nikah, hingga berbagai persoalan sosial yang berkaitan dengan eksploitasi terhadap anak tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah daerah.
Ia menilai peran orang tua, sekolah, tokoh masyarakat, dunia usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi tumbuh kembang anak.
“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Orang tua, stakeholder, dan seluruh masyarakat harus bergerak bersama untuk meminimalisir pernikahan usia dini, kehamilan di luar nikah, serta persoalan sosial lainnya,” katanya.
Menurut Neni, Pemerintah Kota Bontang tetap menjalankan berbagai program perlindungan anak meski di tengah keterbatasan anggaran.
Berbagai program yang melibatkan organisasi perangkat daerah tetap diupayakan berjalan, termasuk gerakan keluarga sakinah dan program pembinaan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB).
“Dengan dana yang seminimal mungkin, semua program tetap berjalan. Gerakan keluarga sakinah jalan, program DP3AKB juga jalan, semuanya diarahkan untuk menurunkan angka pernikahan usia dini dan kehamilan di luar nikah,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan orang tua agar meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap anak-anak mereka.
Menurutnya, keluarga menjadi benteng utama dalam mencegah berbagai persoalan yang mengancam masa depan generasi muda.
“Harus semuanya. Ini tanggung jawab semua. Orang tua harus lebih memperhatikan dan menjaga anak-anaknya karena ini adalah masalah moral yang harus kita selesaikan bersama,” tegasnya. (Adv)












