KARAKTER.co.id, BONTANG – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, mengingatkan para orang tua agar tidak sepenuhnya menyerahkan pola pengasuhan anak kepada pengasuh maupun anggota keluarga lainnya.
Menurutnya, orang tua yang bekerja tetap memiliki tanggung jawab utama dalam memastikan kebutuhan gizi dan pola asuh anak terpenuhi dengan baik. Meski anak diasuh orang lain saat orang tua bekerja, pengawasan terhadap makanan, waktu makan, konsumsi susu, hingga kebiasaan sehari-hari tetap harus dilakukan.
Toetoek mengatakan, orang tua perlu memberikan pemahaman kepada pengasuh mengenai kebutuhan anak. Mulai dari jenis makanan yang harus diberikan hingga jadwal makan yang perlu dipatuhi.
“Kalau anak dititipkan kepada pengasuh, orang tua tetap harus melakukan transfer pengetahuan. Jam makan, susu, makanan bergizi, semuanya harus dijelaskan. Jangan dilepas begitu saja,” ujarnya, Selasa (18/8/2026).
Ia mengungkapkan, persoalan stunting tidak hanya ditemukan pada keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Bahkan, sejumlah kasus juga terjadi pada keluarga yang secara ekonomi tergolong mampu.
Kondisi tersebut, kata Toetoek, menunjukkan bahwa persoalan pola asuh dan pemenuhan gizi anak menjadi faktor penting yang perlu mendapat perhatian.
Ia mencontohkan kebiasaan memberikan jajanan secara sembarangan, membiarkan anak terlalu lama bermain gawai, hingga hanya memberikan makanan yang mengenyangkan tanpa memperhatikan kandungan gizinya.
Menurutnya, kebiasaan tersebut perlu diubah melalui edukasi kepada keluarga dan pengasuh anak.
“Pola asuh seperti ini yang perlu diedukasi. Anak jangan hanya diberi makanan asal kenyang, tetapi harus memenuhi kebutuhan gizinya,” katanya.
Toetoek menegaskan, orang tua tetap harus memantau perkembangan anak, termasuk pertumbuhan dan kebiasaan makannya. Pengasuh maupun anggota keluarga yang membantu merawat anak juga perlu memahami pola pengasuhan yang telah ditetapkan orang tua.
Ia menambahkan, upaya menekan angka stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari keluarga hingga masyarakat.
“Kalau semua pihak bergerak bersama, kita optimistis target satu digit hingga zero stunting di Kota Bontang dapat tercapai,” pungkasnya. (Adv)












